Header Ads

test

STATUS POLITEKNIK KEDIRI MENJADI PSDKU POLITEKNIK NEGERI MALANG



      Pada tanggal 20 September 2018, Politeknik Kediri menggelar wisuda angkatan ke-8 di Insumo Kediri Convention Center (IKCC). Dalam acara tersebut, selain dihadiri oleh keluarga besar Politeknik Kediri juga dihadiri oleh bapak Wali Kota Abdulloh Abu Bakar, Kepala Subdirektorat Pengengembang Perguruan Tinggi Program Vokasi bapak Drs. Endang Taryono, Direktur Politeknik negeri Malang Bapak Drs. Awan Setiawan, M.M. 





      Dalam sambutan Wali Kota Kediri, bapak Abdulloh Abu Bakar mengatakan bahwa ini adalah wisudawan terakhir bagi Politeknik Kediri. Pasalnya, setelah ini Politeknik Kediri menjadi PSDKU dari Politeknik Negeri Malang “semoga dengan adanya Politeknik Kediri menjadi PSDKU dari Politeknik Negeri Malang, mampu membuat Politeknik Kediri ini tumbuh menjadi besar dan mencetak sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan mampu bersaing dengan dunia kerja industri nantinya” ujarnya. 

      Alasan Politeknik Kediri menjadi PSDKU Polinema adalah karena politeknik kediri harus tumbuh dengan besar dan terkena moteratorium, sedangkan politeknik kediri ini harus bisa menjadi negeri. Moteratorium merupakan kebijakan Pemerintah khususnya PERMENRISTEKDIKTI dan Teknologi Perguruan Tinggi tekait 2 hal. Pertama saat ini terdapat banyak perguruan tinggi yang bergerak di bidang akademik, sedangkan dunia kerja industri memerlukan atau menerima lulusan-lulusan dari Perguruan Tinggi yang memiliki keahlian dan ketrampilan, maka didirikanlah Perguruan Tinggi vokasi misalnya Politeknik. Kedua jika mendirikan Perguruan Tinggi baru maka biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah akan besar. 

      Dengan adanya motertorium Politeknik Kediri yang alih status menjadi PSDKU Politeknik Negeri Malang itu sesuai dengan UU No 23 Tahun 2014 bahwa tidak memperbolehkan Pemerintah Daerah membangun fasilitas, memberikan asupan bantuan apapun. Untuk itu dilakukanlah merger atau menggabungkan 2 perguruan tinggi, sesuai dengan UU No. 1 tahun 2017 bahwa seluruh pemangku kepentingan dibawah kementrian lain di PSDKU kan. 

      PSDKU adalah Program Studi Diluar Kampus Utama. Artinya bahwa ini bukan kelas jauh melainkan salah satu program untuk memberikan fasilitas dan wadah bagi perguruan tinggi milik pemerintah daerah menjadi program studi diluar kampus utama. Sehingga nantinya sumber daya manusia, sumber daya infrastruktur dsb, sudah menjadi tanggung jawab perguruan tinggi yang utama. Selain itu Perguruan Tinggi tersebut menjadi Perguruan Tinggi Negeri dan mahasiswanya juga berstatus negeri tetapi dalam binaan kampus utama, dalam hal ini Politeknik Negeri Malang.


      Langkah yang harus dilakukan Polinema setelah Politeknik Kediri menjadi PSDKU Polinema di Kediri adalah adanya proses penyerahan dari pihak manajemen, baik dalam struktural sampai proses pembelajaran, dsb. Dari hasil wawancara dengan Direktur Polinema Drs. Awan Setiawan, M.M mengatakan “selama proses menunggu SK yang nantinya akan diterbitkan oleh kementrian dengan status program studi bersama polinema di Politeknik Kediri, yang nantinya setelah Sk nya turun artinya sudah mendapat pengesahan dari pemerintah dan kementrian. Tentunya memang harus ada fase untuk mempersiapkan dalam hal Tack Over (mengambil alih dalam hal proses manajemen sampai proses pembelajaran, dsb). Selain itu penataan dan penyiapan sumber daya manusia terkait dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa. Kemungkinan ada dosen dari polinema yang nantinya akan ditugaskan untuk membantu kelancaran pendidikan sebagai staf pendidik dan administratif sebagai staf kependidikan. Tentunya dalam proses ini ada adaptasi dan penyesuaian dari statusdosen Politeknik Kediri menjadi dosen Politeknik Negeri Malang, mungkin nantinya akan menjadi dosen PNS atau dosen Tetap Non PNS. Begitu pula dengan tenaga kependidikannya, nantinya akan ditawarkan menjadi tenaga kependidikan Politeknik Negeri Malang walaupun ditempatkan di PSDKU kediri. Yang terpenting adalah masalah kesepakatan untuk tack off. Kapan peralihan status mengenai mahasiswa yang ada itu akan mulai secara resmi akan dialih statuskan menjadi mahasiswa Politeknik Negeri Malang yang akan menempati di kampus PSDKU Kediri. Mungkin hal ini masih dibicarakan, didiskusikan dan nantinya akan menjadi satu kesepakatan antar pihak manajemen Politeknik Kediri dengan Politeknik Negeri Malang untuk menindaklanjuti beberapa hal yang memang masih perlu untuk disiapkan terkait proses transisi ini. Sedangkan terkait sarana dan prasarana, gedung, dsb sudah ada kesepakatan bahwa nanti juga akan menggunakan dan memakai fasilitas yang ada di Politeknik Kediri yang ada pada saat ini”.

      Harapan dengan alih status ini menjadi cikal bakal kemandirian dan nantinya kalau kebijakan pemerintah dalam segi dana, dsb ini bisa dirintis menjadi madiri kemudian pisah dengan Polinema karena pada dasarnya PSDKU ini nantinya akan mandiri. Semua operasional, semua akreditasi, pembinaan mahasiswanya juga mandiri dan akan berubah menjadi Politeknik Negeri Kediri sendiri.

       Dari hasil wawancara dengan Kepala Subdirektorat Pengengembang Perguruan Tinggi Program Vokasi Drs. Endang Taryono “kemungkinan Politeknik Kediri menjadi Politeknik Negeri Kediri sendiri ini tergantung komintmen. Berharap pemerintah dalam hal ini Permenristekdikti dan Teknologi Perguruan Tinggi membina terus. Upaya ini sejalan dengan keberhasilan. Karena mandiri program studi diluar kampus utama di Politeknik Negeri Malang dengan asumsi bahwa kalau semuanya berjalan dengan lancar, kami juga mempunyai kebijakan penergrian-penegrian. Selain itu jika memang sudah maju, fasilitas-fasilitasnya sudah ada, infrastruktur memungkinkan SDM. karena di PSDKU Polinema di Kediri ini akan mandiri namun hanya dibimbing saja oleh Polinema”.
      
     Harapan jika Politeknik Kediri sudah berdiri sendiri menjadi Politeknik Negeri Kediri adalah mahasiswa-mahasiswanya harus menjadi orang hebat “harapan setelah Politeknik Kediri berdiri sendiri adalah mahasiswanya harus menjadi orang-orang hebat. Jangan sampai lupain kampusnya. Alumni juga harus ikut membesarkan nama Politeknik Kediri” ujar Wali Kota Kediri Abdulloh Abu Bakar.

Tidak ada komentar